Dari Kelas ke Layar, Mahasiswa Produksi Media Garap Film Pendek
SURAKARTA – Sebanyak 42 mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Produksi Media Politeknik Indonusa Surakarta memproduksi dua film pendek bertema horor dan drama sebagai luaran Mata Kuliah Videografi. Proses produksi dilakukan di lingkungan Kampus Politeknik Indonusa Surakarta serta beberapa lokasi lain di sekitar kampus yang disesuaikan dengan kebutuhan cerita. Melalui proyek ini, mahasiswa mengimplementasikan seluruh tahapan produksi audiovisual, mulai dari pengembangan ide, penulisan skenario, penyusunan storyboard, pengambilan gambar, hingga proses penyuntingan.
Dosen pengampu Mata Kuliah Videografi, Maharani Ayuning Tyas, M.I.Kom, menjelaskan bahwa produksi film merupakan luaran mata kuliah yang dirancang untuk mengukur capaian pembelajaran mahasiswa setelah menempuh perkuliahan selama kurang lebih satu semester. Menurutnya, pembelajaran videografi tidak hanya menitikberatkan pada penguasaan teori, tetapi juga memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam menghasilkan karya audiovisual yang sesuai dengan standar produksi kreatif. "Melalui proyek ini mahasiswa belajar menerapkan seluruh materi yang telah diperoleh di kelas menjadi sebuah karya yang utuh, mulai dari tahap pra-produksi, produksi, hingga pascaproduksi," ujarnya.
Keunikan dari proyek tersebut terletak pada seluruh proses produksi yang sepenuhnya dikerjakan oleh mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Produksi Media. Baik sebagai talent maupun tim produksi, seluruh peran dijalankan oleh mahasiswa, mulai dari sutradara, penulis skenario, kamerawan, penata artistik, penata suara, editor, hingga pemeran dalam film. Pendekatan ini memberikan pengalaman yang menyerupai proses kerja di industri perfilman sehingga mahasiswa dapat memahami pentingnya kolaborasi, pembagian tugas, komunikasi, serta tanggung jawab dalam menyelesaikan sebuah proyek kreatif.
Kaprodi Sarjana Terapan Produksi Media, Markus Utomo Sukendar, M.I.Kom, mengatakan bahwa pembelajaran berbasis proyek merupakan salah satu strategi untuk memperkuat kompetensi lulusan pendidikan vokasi. Menurutnya, produksi film tidak hanya bertujuan menghasilkan karya, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kreatif, membangun teamwork, mengelola waktu, menyelesaikan persoalan selama proses produksi, serta mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari di kelas. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi dinamika industri kreatif yang menuntut kolaborasi, inovasi, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi media.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap hasil karya mahasiswa, Program Studi Sarjana Terapan Produksi Media berencana menyelenggarakan screening kedua film tersebut setelah proses penilaian Ujian Akhir Semester selesai. Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama tim produksi untuk mengevaluasi proses kreatif, tantangan yang dihadapi selama produksi, serta pembelajaran yang diperoleh. Melalui forum tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu mempertanggungjawabkan karya yang dihasilkan, tetapi juga memperoleh masukan yang konstruktif untuk meningkatkan kualitas produksi audiovisual pada proyek-proyek berikutnya, sekaligus memperkuat budaya akademik yang mengedepankan kreativitas, refleksi, dan pembelajaran berkelanjutan.(*ut)
Tags:
Berita Terkait
Perkuat Kompetensi Lulusan, Prodi Sarjana Terapan Produksi Media Gelar Uji Kompetensi Profesi
30 Jun 2026
Mahasiswa Produksi Media Politeknik Indonusa Gelar Karya Fotografi di Car Free Day Surakarta
28 Jun 2026
Visiting Lecturer: Introduction to AI – How Technology Creates New Business Ideas Mahasiswa Bisnis & Manajemen Ritel Perluas Wawasan AI melalui Kuliah Tamu Internasional
28 Jun 2026



